Home Gedung Nucira Lt 1, Jl MT. Haryono Kav.27 - Jakarta 12820 +62 877 7575 1485 sales@multimediasaranasolusi.com

Jasa Migrasi Data Center

  • Home
  • Jasa Migrasi Data Center

Jasa Migrasi Data Center untuk Server, Data, dan Aplikasi

MSS

Jasa migrasi data center adalah layanan merencanakan dan melaksanakan pemindahan sistem, data, dan aplikasi dari satu lingkungan ke lingkungan lain, misalnya ke data center baru, colocation, atau cloud, dengan gangguan layanan sekecil mungkin. Multimedia Sarana Solusi (MMS), berkantor di Jakarta, menyediakan konsultasi dan asesmen, persiapan lingkungan tujuan, pemindahan konfigurasi dan data, pengujian dan cutover, serta dukungan pascamigrasi (preventive maintenance/PM dan corrective maintenance/CM).

  • Layanan: konsultasi dan asesmen, persiapan lingkungan tujuan, pemindahan konfigurasi dan data, pengujian dan cutover, maintenance (PM & CM)
  • Objek: server, data, aplikasi, dan konfigurasi jaringan
  • Lokasi: Gedung Nucira Lt 1, Jl MT. Haryono Kav.27, Jakarta 12820
  • Kontak: Konsultasi via WhatsApp  atau lihat halaman kontak.

Migrasi dan relokasi data center: apa bedanya?

Aspek Migrasi Relokasi
Yang dipindahkan Sistem, data, dan aplikasi Perangkat fisik seperti server, rak, dan kabel
Tujuan Data center lain, colocation, atau cloud Lokasi fisik baru untuk perangkat yang sama
Fokus pekerjaan Pemetaan dependensi, pemindahan data, pengujian, dan cutover Pembongkaran, pengangkutan, pemasangan ulang, dan penyambungan kembali
Layanan terkait Lihat relokasi data center dan relokasi server

Dalam proyek nyata, keduanya sering berjalan bersamaan: sebagian sistem dimigrasikan, sebagian perangkat dipindahkan.

Tahapan migrasi data center di MMS

1. Konsultasi dan asesmen

Kami memetakan sistem, aplikasi, dan data yang ada, mengidentifikasi ketergantungan antar-sistem, serta merumuskan tujuan, jadwal, dan strategi migrasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

2. Persiapan lingkungan tujuan

Penyiapan perangkat, jaringan, dan pengamanan di lingkungan baru agar siap menerima sistem yang dipindahkan.

3. Pemindahan konfigurasi dan data

Pemindahan konfigurasi, data, dan aplikasi sesuai rencana, dengan cadangan yang sudah diverifikasi lebih dulu.

4. Pengujian dan cutover

Pengujian fungsi dan koneksi di lingkungan baru, lalu pengalihan layanan pada jendela waktu yang disepakati dengan rencana kembali (rollback) bila terjadi masalah.

5. Dukungan pascamigrasi (PM & CM)

  • Preventive Maintenance (PM): pemeriksaan berkala setelah migrasi untuk memastikan sistem berjalan stabil dan sesuai rencana.
  • Corrective Maintenance (CM): penanganan dan perbaikan bila muncul gangguan atau masalah setelah migrasi.

Pendekatan migrasi dan cutover

Ada dua keputusan yang menentukan risiko dan biaya: seberapa banyak sistem diubah, dan bagaimana pengalihannya dilakukan.

Pendekatan Cara kerja Pertimbangan
Rehost (lift-and-shift) Memindahkan server atau mesin virtual ke lingkungan baru dengan perubahan minimal Paling cepat dan sederhana, tetapi tidak otomatis memanfaatkan fitur lingkungan baru
Replatform Memindahkan dengan penyesuaian sebagian, misalnya memindahkan database ke layanan terkelola Manfaat lebih besar dengan usaha menengah, tetapi perlu pengujian lebih banyak
Refactor Mengubah arsitektur aplikasi agar sesuai lingkungan baru Manfaat jangka panjang paling besar, tetapi paling lama dan mahal
Cutover sekaligus (big-bang) Seluruh sistem dialihkan dalam satu jendela waktu Singkat, tetapi risikonya terkumpul di satu waktu
Cutover bertahap Sistem dialihkan per kelompok secara berurutan Risiko lebih terkendali, tetapi dua lingkungan berjalan bersamaan lebih lama
Paralel Lingkungan lama dan baru berjalan bersamaan sebelum lingkungan lama dimatikan Aman untuk sistem penting, tetapi memerlukan sinkronisasi data dan biaya ganda sementara

Yang perlu disiapkan sebelum migrasi

  • Inventaris sistem dan aplikasi, lengkap dengan pemilik, fungsi, dan tingkat kekritisannya.
  • Peta ketergantungan. Aplikasi yang bergantung pada database, DNS, direktori pengguna, sertifikat, atau alamat IP tertentu harus dipindahkan atau diuji bersama.
  • Lisensi. Sebagian lisensi terikat pada perangkat keras atau alamat tertentu dan perlu diperiksa sebelum dipindahkan.
  • Backup yang sudah diuji. Pastikan data dapat dipulihkan sebelum apa pun dipindahkan. Lihat layanan backup dan recovery data.
  • Waktu pemindahan data. Sebagai ilustrasi, 10 TB lewat jaringan 1 Gbps membutuhkan minimal sekitar 22 jam secara teoritis, dan dalam praktik lebih lama. Volume besar sering memerlukan sinkronisasi bertahap.
  • Penyesuaian jaringan. Rencanakan alamat IP di lingkungan baru, dan turunkan nilai TTL pada DNS sebelum cutover agar pengalihan lebih cepat berlaku.
  • Jendela waktu dan rencana kembali (rollback) yang disepakati semua pihak.

Kesalahan umum pada migrasi data center

  • Ketergantungan antar-aplikasi baru ditemukan saat sistem sudah dipindahkan.
  • Backup tidak diuji, sehingga tidak ada jalan kembali bila pemindahan bermasalah.
  • TTL DNS tidak diturunkan, sehingga sebagian pengguna masih diarahkan ke lingkungan lama setelah cutover.
  • Lisensi yang terikat perangkat keras tidak diperiksa lebih dulu.
  • Waktu transfer data diremehkan dan jendela cutover terlalu singkat.
  • Lingkungan lama dimatikan terlalu cepat, sebelum lingkungan baru terbukti stabil.
  • Pengujian hanya dilakukan oleh tim IT, tanpa skenario penggunaan nyata oleh pengguna.

Mengapa memilih MMS untuk migrasi data center?

Kami memperlakukan migrasi sebagai proyek yang direncanakan, bukan sekadar pemindahan data: dimulai dari asesmen, dijalankan bertahap dengan rencana kembali, dan dilanjutkan dengan dukungan pascamigrasi (PM dan CM).

Konsultasi via WhatsApp  atau lihat halaman kontak.

Layanan terkait: relokasi data center, relokasi server, instalasi server, instalasi rack server, perapihan kabel data center, dan instalasi firewall Fortinet.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja yang termasuk dalam jasa migrasi data center MMS?

Layanan MMS mencakup konsultasi dan asesmen, persiapan lingkungan tujuan, pemindahan konfigurasi dan data, pengujian serta cutover, dan dukungan pascamigrasi berupa maintenance preventive (PM) dan corrective (CM).

Apa bedanya migrasi data center dan relokasi data center?

Migrasi adalah memindahkan sistem, data, dan aplikasi ke lingkungan baru, yang bisa berupa data center lain, colocation, atau cloud, dengan atau tanpa memindahkan perangkat fisik. Relokasi adalah memindahkan perangkat fisik, seperti server dan rak, dari satu lokasi ke lokasi lain.

Apakah migrasi bisa dilakukan tanpa downtime?

Downtime dapat diminimalkan lewat pendekatan paralel atau bertahap, tetapi hampir selalu ada jendela cutover singkat saat layanan dialihkan. Karena itu jadwal dan rencana kembali (rollback) dirancang sejak awal. MMS tidak menjanjikan nol downtime tanpa mengetahui kondisi sistem Anda.

Berapa lama proses migrasi data center?

Durasi bergantung pada jumlah sistem dan aplikasi, volume data, kecepatan jaringan antar-lokasi, dan pendekatan yang dipilih. Sebagai ilustrasi, memindahkan 10 TB lewat jaringan 1 Gbps membutuhkan minimal sekitar 22 jam secara teoritis, dan dalam praktik biasanya lebih lama.

Apakah MMS bisa membantu migrasi ke colocation atau cloud?

Tujuan migrasi, apakah data center lain, colocation, atau cloud, dibahas saat konsultasi bersama asesmen kebutuhan Anda. Hubungi MMS untuk membahas rencana spesifik Anda.

Berapa biaya jasa migrasi data center?

Biaya bergantung pada jumlah sistem dan data yang dipindahkan, kompleksitas ketergantungan antar-aplikasi, pendekatan migrasi, serta lingkup layanan yang dipilih. Hubungi MMS untuk konsultasi dan penawaran sesuai kebutuhan Anda.


Tags
Migrasi Data Center Data Center
Share

Tinggalkan Komentar